Di atas meja

1142 Kata

Tari terbangun. Di luar terlihat gelap, hanya bias lampu dari gedung tinggi di seberang yang menyadarkan Tari bahwa sudah malam. Pandu masih terlelap di sisinya, membuat Tari tersenyum, dia mengusap punggung Pandu sejenak, dan pergi ke kamar mandi. Tari sangat sadar kalau dirinya begitu mencintai Pandu, perasaan ini sangat kuat, bahkan melebihi perasaannya yang dulu dengan Rizky. Apa yang dilakukan Pandu beberapa hari yang lalu, hilang tanpa kabar seolah dirinya ingin menghilang dan tak lagi mengenal Pandu, tapi nyatanya Pandu pun kembali dan dia juga menerikanya lagi. Siapa yang salah? Cintanya seolah keterlaluan hanya dengan Pandu saja. Selesai mandi, Tari ke dapur, lemari pendingin seolah memiliki sumber yang subur, makanan di sini tak pernah layu atau bahkan kadaluwarsa, entah siapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN