Sudut kamar vila

1558 Kata

Mobil yang dikendarai Pandu berhenti di depan rumah Tari, tapi Tari masih enggan turun. Membuat Pandu menarik napas panjang dan dalam, mengulurkan tangan untuk mengusap pipi Tari, “Jangan sekarang, aku janji, bulan depan atau bahkan minggu depan, aku akan mengantarmu ke kafe Rizky.” Rayunya. Tari menoleh, “Aku hanya ingin bertanya, kenapa dia melakukan semua ini, apa dia tidak memikirkan perasaan bunda? Dia membenciku, kan? Harusnya sakiti aku saja.” Tari mulai memekik karena terbawa suasana. “Aku tahu, tapi semua tidak hanya tentang pertanyaanmu, kan? Keselamatanmu? Bunda? Bunda pasti kawatir kalau tahu kamu menemui Rizky.” Pandu hanya tak mau apa yang dia takutkan, malah jadi bumerang untuknya sendiri. Tari pun menarik napas panjang dan dalam, “Baiklah.” Melepas sabuk pengaman, turun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN