Di saat Rizal sedang berjuang mencari keberadaan Lily, Nessa dan Bu Erna dengan langkah gontai menuju ke sebuah toko perhiasan. Nessa begitu senang dan bahagia membayangkan akan memakai perhiasan baru. Nessa berjalan dengan cepat, sampai-sampai Bu Erna terengah-engah untuk mengimbangi langkah menantunya. Suasana di toko emas sedang ramai. Banyak orang-orang berjejer di depan kaca, memilih-milih perhiasan yang mereka suka. "Permisi ... permisi .... permisi!" Nessa menyibak beberapa orang dengan kedua tangan. Tentu saja ia mendapat cibiran dari orang-orang yang sedang asik memilih. Bu Erna agak risih karena ikut-ikutan menjadi sorotan orang. "Mbak, pelan-pelan aja kenapa?" protes salah satu ibu-ibu yang sedang menggendong seorang anak kecil. "Tau, nih. Padahal baru datang juga. Main sero

