Siapa Dia?

1003 Kata

Rizal berdiri bingung, memikirkan kemana kira-kira dia tidur malam ini. Ia yakin, Nessa tidak akan membukakan pintu untuknya. Walaupun terbuka, Rizal juga tidak memiliki keberanian masuk. Ia takut Nessa membuat keributan. Apalagi ini sudah larut malam. Senyumnya mengembang, saat ia teringat kamar Abidzar dan Hussein. Ia hampir saja lupa, bahwa masih memiliki anak di kamar lain. Dengan cepat kakinya melangkah menuju ke kamar Abidzar dan Hussein, yang akhir-akhir ini terasa begitu jauh darinya. Tapi, lagi-lagi Rizal harus menelan kecewa, pintu kamar kedua anaknya terkunci juga dari dalam. Rizal berpikir untuk memanggil Abidzar, membukakan pintu. Tapi kemudian, ia urung. Ada rasa tak tega di hati mengusik ketenangan kedua buah hatinya, yang saat ini pasti sedang tertidur pulas. Akhirnya Ri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN