Sepanjang perjalanan pulang, Lily merasa gelisah. Hatinya tidak tenang, karena ini pertama kali anak-anak hanya bertiga dengan Rizal. "Juna ... jangan sampai dia nyelip, ya! aku takut ...." ucap Lily cemas sambil terus menatap ke kaca spion. Di belakang mereka Rizal menjalankan kendaraannya cukup pelan. "Heem!" Arjuna hanya mendehem. "Harusnya tadi aku ikut di situ, ya!" suara Lily terdengar menyesal. "Terus? Kenapa enggak ikut?" tanya Arjuna seperti sewot. "Enggak kepikiran," jawab Lily polos. Tiba-tiba Arjuna menepikan mobilnya. "Udah, turun!" perintahnya dingin. "Loh, kok?" Lily bingung terhadap sikap Arjuna. "Katanya mau ikut di belakang! ya di tungguin, distopin!" ucapnya masih dengan nada dingin. "Apanya yang di stopin, tuh, mobilnya aja sudah nyelip. Sudah kubilang jangan

