Nyatanya Terluka

1618 Kata

"Ada apa, Bu?" tanya Rizal panik melihat wajah ibunya pucat pasi sambil meremas bajunya bagian depan. " Abi sa-ma Husen Zal. Anakmu. Lemari anakmu su-dah ko-song. Periksa kamar Lily! Apa semua bajunya lenyap juga!" perintah Bu Erna terbata-bata dengan napas terengah, membuat Rizal terkesiap. Sigap Rizal berlari menuju kamar istri tuanya. Tangannya berkeringat dingin memegang knop pintu dan memutar kebawah. Dengan kaki gemetar, Rizal menuju lemari Lily. Tangannya bergerak cepat membuka pintu lemarinya, namun terkunci. Rizal bertambah panik. Cukup lama ia mondar-mandir. "Gimana Zal?" tanya Bu Erna tertatih menghampiri masih dengan tarikan napas berat. "Lemarinya terkunci Bu," sahut Rizal lemas. "Coba liat di laci meja hiasnya itu Zal. Siapa tahu ada disitu!" titah Bu Erna sambil m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN