Mencari Tahu

1078 Kata

REVANO Gila, gue nggak tahan lagi. Seberapa pun marahnya gue ke Randita, gue nggak bisa membencinya. Gue kehilangan arah, selama mendiamkan Randita. Bayangan wanita itu selalu menghantui. Bahkan tiap malam gue selalu memimpikan dia. Gue melajukan mobil menuju rumah Rio. Satu-satunya orang yang bisa gue ajak diskusi soal Randita. Gue akan segera berangkat ke Inggris, tapi hati gue terasa janggal. Tentu saja itu berkat Randita. Secara lisan gue sama dia belum ada kata putus. Tapi sikap dan tindakannya sudah menunjukkan bahwa semua telah selesai. Meskipun pada akhirnya gue nggak terima pergi begitu saja dari wanita itu. Bahkan Randita tidak berusaha menghubungi atau menemui gue. Ya Tuhan, apakah dia benar-benar ingin membuang gue? "Stress gue." Gue menjatuhkan diri di kasur kamar Rio. C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN