Setelah cukup lama saling berpandangan dengan Andrea, Vania memutus pandangannya terlebih dahulu dan kembali fokus pada Daniel. Tatapannya tampak serius. Mungkin saja selama berpandangan dengan Andrea tadi ia bertukar pikiran dengan suaminya itu. "Jadi udah fix itu anak Nadien? Dia cewek? Namanya Karin?" Daniel mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan sahabatnya itu. "Kamu ada ide?" Kini, giliran Andrea angkat bicara untuk menanyai sang istri. Vania mengangguk mantab. Dua laki-laki dewasa itupun tidak sabar mendengar rencana Vania. "Langit!!!" teriak Vania nyaring, seperti biasanya. "Kok-" ucap Daniel terpotong. "Apa hubungannya dengan Langit? Hmm... perasaanku mulai tidak enak ini," gumam Andrea. "Langit, ke sini sebentar, Nak!" panggil Vania lagi. Tak berselang lama, dua orang

