Sudah satu minggu berlalu sejak Radika menjanjikan tes DNA. Setiap hari, Daniel selalu menunggu. Bahkan sudah dua kali ia menanyakan kepastian tanggal untuk tes DNA itu. Dan siang tadi, Radika menelpon Daniel. Mengatakan jika tes DNA itu bisa dilakukan besok pagi. Bukannya lega, Daniel malah semakin stress. Apa ia benar-benar siap mengetahui hasilnya nanti? Ia berjalan mondar-mandir di dekat meja kerjanya. Mengabaikan setumpuk berkas yang harusnya ia periksa. Ia terlonjak kaget saat mendengar telepon berbunyi. Ternyata itu sekretarisnya yang mengabarinya bahwa ada Andrea yang hendak bertemu. Tak berselang lama, Andrea masuk ke ruangan Daniel. "Roni menelponku dan memberi tahuku kalau kamu tampak kurang baik sejak tadi siang," ujar Andrea menghampiri Daniel. "Aku? Kurang baik apanya?

