Pagi ini, Daniel tengah membantu pelayan menyiapkan sarapan untuk Nadien. Wanita itu masih tampak kurang sehat sehingga Daniel melarangnya turun ke lantai bawah, termasuk untuk makan. Sementara itu, di dalam kamar Nadien ditemani Nenek yang baru mengetahui kondisi Nadien sejak pagi tadi. "Sudah semua, Tuan. Biar nampannya saya bawakan saja, Tuan duluan," ujar Bibi. "Tidak perlu saya sen-" "Pagi, Daniel," Daniel membulatkan matanya ketika melihat siapa tamu yang dengan entengnya langsung masuk tanpa dipersilakan itu. Keluarga kecil Vania, sahabatnya. Lengkap dengan suami dan putra mereka yang masih berusia beberapa hari. "Kamu juga datang, Dev?" tanya Daniel. Vania mengangguk penuh semangat, "dimana Nadien?" tanya Vania cepat. "Di atas. Masih di kamar. Aku tidak tega membiarkannya m

