Sejak pagi, Daniel disibukkan oleh tumpukan berkas di mejanya. Belum lagi, ada beberapa file yang sekretarisnya kirim via email dan harus selesai ia periksa hari ini. Daniel sampai melewatkan makan siangnya. Dan terhitung sudah tiga gelas kopi ia habiskan untuk menjaga konsentrasinya hari ini. Daniel memijat keningnya yang kembali terasa pening. Apakah itu artinya ia harus beristirahat sejenak? Sepertinya perutnya juga sudah meronta minta diisi sedari tadi. "Selamat siang, Pak," Daniel mengangkat kepalanya, menatap salah seorang anak buahnya yang baru saja datang. Wajah Daniel yang tadinya lesu langsung berubah menjadi secerah matahari pagi mendengar sapaan itu. Bukan karena Daniel memiliki kelainan hingga bisa tampak seantusias itu menyambut kedatangan pegawainya yang berjenis kelam

