Bab 82 Wanita Hamil Sensitif Gerry berjalan menjauhi Giva dan memilih memberi selamat kepada Tania dan Rama yang akhirnya sudah menjadi sepasang suami istri. Meskipun tamparan dari istrinya sudah tidak terasa sakit tapi dirinya masih merasa marah karena harus mendapatkan tamparan itu. Tamparan yang harusnya tidak perlu wanita itu lakukan hanya karena masalah sepele. Dia tidak bohong karena harus ke kantor. Dan masalah keinginannya yang mengharapkan anak laki-laki memang apa salahnya? Ayahnya saja mengharapkan anak yang dikandung Giva adalah anak laki-laki. Lalu kenapa dirinya tidak boleh mengharapkannya juga? “Selamat ya, Tan, Ram!” Gerry memeluk Rama setelah sebelumnya bersalaman dengan Tania. Wajahnya yang muram ia paksakan tersenyum. “Makasih, Ger. Tapi kenapa kam

