Bab 60 Ayah dan Bunda Gisha menatap ibunya yang kini sedang duduk dengan wajah ceria dengan bingung. “Bunda, kenapa senyum-senyum aja dari tadi?” tanya Gisha penasaran. Giva yang merasa ditegur pun menoleh. Ia menatap anaknya dengan pipi memerah. Tidak mungkin jika ia mengatakan kepada putri kecilnya bahwa sebab dirinya yang senyum-senyum sendiri sejak tadi adalah karena sedang memikirkan Gerry. “Gisha ada-ada aja, Bunda enggak senyum-senyum kok.” “Tapi tadi Bunda senyum-senyum sendiri. Kayak gini!” Gisha meniru ibunya yang tadi melamun kemudian mengedikan bahu. “Bunda enggak boleh bohong loh ke Isa!” Giva menggeleng. “Enggak, Sayang! Masa sih Bunda senyum-senyum kayak gitu? Bunda kan dari tadi diem. Mingkem kayak gini!” Giva menunjukan bibirnya yang tertutup rapat t

