Bab 43 Dipenjara Gerry menghitung hari seperti menunggu ajalnya untuk datang. Segala hal terasa lebih pahit sekarang. Tanpa wanita yang ia cintai. Tanpa senyuman wanita itu yang selalu menenangkan. Semua kini telah terenggut darinya. Yang tersisa hanya rasa rindu yang wanita itu tinggalkan dengan sangat buruk. Seperti hari-hari yang sudah terjadi, Bunda selalu menjenguknya saat jam besuk. Yang dilakukan Bunda masih sama seperti biasanya. Membawakannya makanan, memastikan bahwa anaknya tidak kekurangan gizi. Meskipun begitu tubuh Gerry tetap saja nambah kurus, tak terurus. “Bunda kok enggak capek sih! Datang setiap hari, besuk aku!” suara Gerry terdengar datar, meskipun begitu Bunda tahu bahwa Gerry kini sedang mengkhawatirkannya. “Mending Bunda melakukan hal yang lebih penting daripada

