Bab 55 Perjanjian Gerry dan Ayah Gerry mendesis, “Pokoknya besok aku pulang, Yah. Ayah enggak bisa menghalangi aku lagi.” Gerry mendengar geraman dari sebrang telepon. “Kamu baru 4 bulan di sana!” “Tugasku udah selesai di sini, Yah.” “Kenapa kamu sangat keras kepala?” Ayah benar-benar kesal. “Kamu enggak akan pulang ke Jakarta, Gerry!” tukas Ayah. “Aku akan pulang dan mengambil alih perusahaan, Yah. Usiaku hampir 29 tahun dan Ayah udah enggak bisa mengatur hidupku lagi.” “Kamu enggak ngerti, Gerry,” ungkap Ayah. “Aku cukup ngerti kalau sudah waktunya aku untuk bahagia. Aku enggak perlu minta izin Ayah untuk balik ke Jakarta. Aku nelepon cuma buat ngasih tahu Ayah kalau aku udah menyelesaikan tugasku di sini.” Bergegas Gerry pun mematikan sambungan teleponnya dengan sang ayah. “Ker

