Part 25

1951 Kata

Sasa menoleh kearah Alvaro dan menatapnya, begitupun dengan Alvaro menatap Sasa menahan api cemburunya. "Aku cemburu," ujar Alvaro to the point. Melihat suasana menjadi tegang, Zanna, Rasya dan Kenzo memilih pergi dari tempat itu, menuju ruang tamu. "Al, gue ke ruang tamu dulu ya, mau main ps," pamit Rasya. "Ikut dong," ujar Zanna. "Ayo," balas Rasya. "Gue juga deh," teriak Kenzo mengikuti Rasya dan Zanna. Alvaro masih diam membisu, amarahnya sudah sampi dipucuk dan mencoba menahannya. Kenapa? Kenapa Avaro mencoba untuk merebut miliknya lagi. Kenapa harus Sasa? Apa tidak ada perempuan lain? "Maaf," kata Sasa menatap Alvaro. Namun Alvaro masih tetap membisu. "Al," panggilnya. Masih tetap diam, wajahnya menunduk sedari tadi. Tidak mendengarkan perkataan Sasa lagi. Sasa memegang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN