Tak Seharusnya di Sini

1972 Kata

Sari dan Roni menikmati sajian makan siang bersama. Saking kakunya sampai tak ada yang berkata-kata. Entah mengapa rasanya jadi canggung dan bingung untuk memulai pembicaraan. Keduanya hanya bisa sesekali saling melemparkan pandangan, melirik, lalu kembali berkutat dengan makanan yang ada di hadapan masing-masing. "Makan yang banyak, Ron. Ayo nambah." Sari menawarkan kepada Roni saat dilihatnya Roni sudah meletakkan sendok garpu di piring. "Udah Sar, makasih. Udah kenyang banget." Roni menolak secara halus. "Yaudah kalau gitu." "Sar ... Kamu kapan masuk kerja lagi?" Roni bertanya ragu-ragu. "Mungkin awal Minggu depan." "Bagus deh." "Kok bagus?" "Yah daripada kamu terus menerus berkabung di rumah. Makin stress kan?" "Iya juga sih." Sari membenarkan ucapan Roni. Terharu juga deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN