"Kau datang sekejap membawa harapan. Lalu kau pergi meninggalkan diriku. Kini ku tenggelam dalam tangisku. Bagaimana aku relakan yang telah jadi milikku." "Kamulah yang menunjukkan cinta kepadaku dan kemudian mengambilnya juga. Kamulah yang menjadi simbol patah hatiku. Kau patahkan lagi-lagi hatiku." Sari meratap dalam diamnya. Beberapa waktu kemudian, asisten rumah tangga Sari datang ke ruang tamu dan menyuguhkan hidangan untuk tamunya. Wanita paruh baya itu juga menyerahkan sebuah kiriman paket yang belum dibuka kepada Sari. "Non, tadi ada kiriman paketan buat Non Sari." "Oh, Ok. Makasih ya bi Sri," Sari mengucapkan terimakasih dan pembantu itu segera undur diri meninggalkan mereka berdua. Sari mengamati bungkusan kecil paket yang diterimanya. Apa ini? Perasaan dirinya sedang tidak

