Camilla dan Cancri sudah kembali ke rumah, semua orang juga sudah membungkuk, dan tak ada yang berani mengeluarkan suara. Kediaman itu terasa kaku, semuanya memilih bisu. Bagi para pelayan dan penjaga yang ada di sana kedatangan Cancri jelas saja membawa duka, pria itu sudah pasti akan membawa Camilla kembali. Ya … karena juga sejatinya hanya Cancri yang punya hak untuk mengatur hidup Camilla meski pun pria itu bukan suaminya. Camilla menghela napas, ia juga sadar jika semuanya bersikap sekaku itu karena tak ingin memancing amarah seorang Cancri. Lebih tepatnya mereka tak ingin dalam salah kala mengucapkan kata. “Kenapa kau berjalan sangat pelan?” tanya Cancri kala sadar jika Camilla sudah sedikit tertinggal di belakangnya. Camilla yang mendengar ucapan Cancri langsung saja mengalihkan

