Gue dan sekeluarga, Munadi, dan Yusna baru aja sampai di Bali pukul 7 malam, setelah keluar dari kawasan bandara, kami semua pergi menuju hotel yang sebelumnya sudah di pesan sama mama dan papa gue, papa gue yang paling terbaik lah kalau lagi kayak gini. Dan semenjak gue dan yang lain nya menginjakkan kaki di Bali, hal pertama yang gue lihat adalah banyak turis yang mengenakan baju sedikit terbuka, membuat gue sesekali menundukkan pandangan gue. “Rey, nanti gue sekamar sama siapa?” tanya Yusna bingung. Mendongakkan kepala, gue mengerutkan dahi, pertanyaan yang sama melintas di benak gue, karena gak mungkin Yusna satu kamar sama Munadi apalagi Rey. seharusnya kami pergi kerumah kakek gue yang ada di sini, namun karena tempat itu sudah penuh oleh keluarga-keluarga gue yang lain, plus gue b

