"Yah, mana kita udah jauh lagi dari perumahan." Cika menghembuskan napas agak kesal setelah dia ingat bahwa hal yang dia lupakan itu adalah Ghifan. Dia melirik ke arah wajah sang teman yang masih memerah tersipu malu. "Gimana nih?" tanya Cika. "Kita pulang saja ke rumahmu. Bawa dulu barang titipan itu," jawab Syarastini. "Oh. Oklah." °°° Rekaman di kafe b, rumah makan restoran korea di jalan y dan rekaman di lantai tiga gedung restoran Farikin's Seafood baru saja dilihat oleh Ghifan. Sekarang Ghifan benar-benar yakin akan firasatnya. Dag dig dug. Ghifan menyentuh d**a kirinya dengan telapak tangan kanan. "Tini memperhatikan aku." Senyum tipis melintas sekilas di bibir Ghifan. Dia melihat lagi identitas lengkap Syarastini di layar lalu foto terbaru Syarastini ketika namanya terd

