Ghifan memberhentikan mobilnya di depan rumah Tinar. Dia dapat melihat di sekeliling kompleks rumah itu sunyi. Ya, memang sunyi, sebab ini jam setengah tiga dini hari. Belum ada penghuni rumah yang bangun. Ghifan menatap rumah itu, dia terlalu tak sabaran untuk segera menemui Syarastini hingga dia tidak melihat waktu. Ghifan melirik jam di mobil. 02.40 dini hari. Setelah melirik jam, arah lirikan Ghifan melirik ke arah rumah Tinar lagi. "Syarastini …," gumamnya. Setelah beberapa detik, senyum Ghifan mengembang lebar. Jadi rasanya seperti ini. Rasa jatuh cinta yang dikatakan oleh saudara kembarnya itu seperti ini. Hati tak bisa menunggu untuk bertemu dengan orang yang kita cinta. "Ya … Gaishan si lubang hidung besar itu memang benar. Rasa jatuh cinta itu seperti orang gila … ingi

