Jenazah Suamiku Part 38 : Hari Menakutkan Hari yang kutakutkan tiba juga, semalaman tak mau terpejam mata ini saking takutnya. Padahal ini bukan yang pertama, walau wajah mereka sama tapi beda raga. Oh iya, kira-kira siapa yang akan menjadi wali nikahku? Duuhh ... Aku jadi lupa menanyakan hal itu karena saking galaunya mikirin bakalan nikah sama pria galak level maksimum itu. Aku ini serasa tak punya keluarga sekarang, sebab tak ada yang peduli juga. Ayah, Ibu juga saudaraku yang lainnya, tak ada yang peduli denganku. Hati terasa sakit saat mengingat ulah Bang Wahyu yang ingin menjualku, dan mirisnya semua keluarga malah mendukung. "Wulan, acaranya akan dimulai sebentar lagi." Tante Rani masuk ke dalam kamar rias dan membuyarkan lamunan. "Ohh .... " Aku semakin panas dingin saja, di

