Hanya Wulan

1625 Kata

Jenazah Suamiku Bab 20 : Hanya Wulan! "Tuan Wahyu, Tuan Wahyu!!!" Rumah keluarga Wahidin diketuk 2 orang preman bertubuh kekar, namun penuh luka dan babak belur. "Tuan Wahyu, buka pintunya!!" Kedua berteriak bersamaan. Pria berkumis tebal yang dipeluk oleh dua istri di kanan dan kirinya itu menajamkan pendengaran sembari membuka matanya. "Mawar, Melati, pinggirkan tangan kalian ini!" sentak Wahyu garang kepada dua istrinya itu. "Ada apa sih, Bang?" rengek Melati--sang istri kedua. "Abang .... " Mawar malah tak mau kalah saing, bukannya menjauh, ia malah semakin mengeratkan pelukannya. Melihat sang madu masih bermanja di d**a sang suami, Melati pun tak mau kalah saing. Ia juga semakin menempelkan tubuh kepada sang suami. "Aagghh ... Kalian ini, minggir sana! Ada yang teriak-teri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN