44. Melepas Ketegangan

1131 Kata

Lorong kantor polisi itu dingin dan berbau disinfektan. Langkah Sheena terasa berat di lantai keramik yang mengkilat, setiap hentakan sepatunya menggema dalam kesunyian yang tegang. Di sampingnya, ibunya, Siska, menggenggam erat lengan Sheena, jari-jarinya dingin dan bergetar. Keberanian yang mereka kumpulkan di rumah seakan menguap diterpa suasana resmi dan mencekam ini. Mereka tidak sendirian. Leonard berjalan di depan, langkahnya mantap dan tenang, membuka jalan seperti kapal pemecah es. Di sisinya, David, sang pengacara, dengan tas kulit kokoh di tangan dan ekspresi profesional yang tak terbaca, sesekali melirik dokumen di tablet-nya. Saat mereka memasuki ruang tunggu, suasana langsung berubah. Di seberang ruangan, keluarga Alma sudah lebih dulu menunggu. Moza langsung menatap dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN