"Jadi dia setuju?" tanya Inggrid sambil menyeruput tehnya pagi itu. Matanya, yang semula menatap bunga di vas, kini beralih tajam ke Nana. "Benar, Nyonya. Sheena memberikan persetujuannya." Nana mengangguk halus, tangannya merapikan lipatan serbet di atas meja. "Dia bersedia jika penyelidikan kematian kakaknya dibuka kembali." Tadi malam, dengan sangat terpaksa Leonard akhirnya mengizinkan orangtuanya dan juga adiknya untuk menginap di mansionnya. Udara di ruang makan masih terasa berat oleh kejadian pelaporan kemarin. "Tapi ibunya ...." Inggrid meletakkan cangkir dengan sedikit berdetak. "Bukankah dia tidak setuju jika kematian putranya kembali diusik?" Nana menghela napas pelan, suaranya rendah namun tegas. "Untuk yang satu itu, biarlah menjadi urusan Sheena dan Tuan Leon, Nyonya. M

