17. Meet Sheena-Moza

1525 Kata

Sheena mengambil ponselnya dan jantungnya berdebar kencang saat melihat deretan panggilan tak terjawab dari ibunya. Tangannya gemetar membuka layar. "Astaga, mengapa aku tidak mengangkatnya tadi?" gerutunya dalam hati. Tapi kemudian dia teringat keadaan menyedihkannya pagi tadi, terlalu hancur dan dipenuhi amarah pada Leonard hingga tak mampu melakukan apapun. Rasa sesal menyergapnya, seharusnya dia tetap mengangkat telepon ibunya, tidak peduli seberapa hancur perasaannya. Dia berjalan menghampiri jendela, cahaya matahari sore menyorot wajahnya yang masih pucat. Dengan napas berat, dia menekan nomor ibunya dan menempelkan ponsel di telinga. Pada dering ketiga, akhirnya panggilan teleponnya tersambung. "Halo?" Suara ibunya terdengar tegang. "Ibu?" "Sheena, kau baik-baik saja, Nak?" Sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN