Rooftop kafe menjadi tempat Verza untuk bersembunyi dari papa dan mama tirinya. Dia sudah hafal jika orangtuanya meminta makan malam, maka topik bahasan tidak jauh-jauh dari menyindir. Mulai dari menyindirnya yang jarang pulang, tipe pembangkang dan berbagai macam lainnya. Karena itu Verza tidak ingin Rensha mendengar kebiasaan buruk papa dan mama tirinya itu. Sekarang mereka duduk berhadapan, angin malam sesekali berembus memainkan rambut mereka. Suasana sangat santai dengan musik jazz sebagai pengiring. Tempat duduk di dekat pembatas membuat keunggulan tersendiri. Dari tempat mereka, tampak lebih jelas kerlap-kerlip lampu yang terlihat indah. “Natap gue nggak bikin kenyang, Ren. Tapi bikin nyerang.” Verza meletakkan garpu dan pisau di atas piring. Kedua tangannya saling menggenggam me

