Sementara itu, ketegangan juga terjadi di markas pusat intelijen. Angkasa dan Naviza sengaja menunggu Eztyo datang ke tempat itu. Mereka menunggu cukup lama sampai senior dua agen legendaris itu tiba. Dan seperti dugaan, Eztyo melihat kehadiran mereka berdua dengan sambutan kurang hangat. “Kalian masih remaja? Masih labil?! Acara kabur tanpa izin dokter padahal baru siuman, ‘huh?!” omel Eztyo kesal sekali. “Kau baru dari istana?” balas Angkasa tak acuh. “Duduklah, ada yang ingin kami bicarakan denganmu,” ajak Angkasa. Telapak tangannya menyilahkan Eztyo duduk di sofa tamu ruang kerja Angkasa. Naviza juga duduk di sofa itu, dia menyandarkan punggungnya ke single sofa di ujung meja. Sedang Angkasa berhadapan dengan Eztyo. “Apa ini soa

