Keseharian Akira hanya berputar pada sekolah dan rumah, dia sangat jarang keluar bersama teman maupun keluarganya, karena mereka memiliki kesibukan masing-masing. Akira kini ingin pergi ke Bandung untuk melepaskan penatnya. Dia berpamitan pada Kristi dan Karis, hanya tiga hari yang akan membuatnya lebih tenang. “Ma, Kira berangkat dulu ya?” pamit Akira. “Iya, kamu hati-hati kalau udah di sana, hubungin Mama sama Papa kalau udah sampai,” pesan Kristi. “Siap, Ma!” Setelah itu, Akira masuk ke dalam kereta api. Ya … dia menggunakan jasa angkutan umum, yaitu kereta api untuk bisa sampai di Bandung. Meski tidak terlalu hafal wilayah itu, Akira ingin berkeliling dengan instingnya sendiri. Di dalam kereta api, Akira tidak banyak bergerak atau berpindah tempat. Dia hanya mendengarkan music da

