Sudah satu minggu sejak Akira ada di Bogor, Lesmana terlihat puas dengan perkembangan kondisi adiknya. Dia membawa Akira kembali ke rumah dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Selama perjalanan, Akira tidak banyak bicara dan lebih fokus pada jalanan di kota. Sampai akhirnya mobil milik Lesmana masuk ke dalam halaman rumah. Kristi sudah berdiri menunggu kedatangan anaknya. Wajah cemasnya terlihat jelas, hingga membuat Akira ikut sedih dan menyesal membuat ibunya seperti itu. “Dek, bikin Mama senyum lagi ya!” “Iya, Bang.” Pintu mobil terbuka, Akira turun dari sana dengan tersenyum. Kristi berlari menghampiri anaknya dan memeluk erat tubuh Akira. Tidak ada kata yang bisa diungkapkan saat ini, Kristi sangat menikmati kembalinya Akira di rumah itu. “Ma, udah ya … jangan nangis lagi. Kira

