BAB 33 "Lo gak mau ikut aja, Din?" tanya Rendy pada Dinda yang tengah duduk di sofa--dalam kamarnya. Cewek itu sedang mengamati Rendy yang sedari tadi tak henti-hentinya bercermin hanya untuk merapikan rambutnya. "Gak." Dinda kembali mengatakan kata tiga huruf itu--entah sudah berapa kali. "Lo mau sampai kapan berdiri di sana, huh? Ini udah jam tujuh." Rendy terkekeh. Dia masih sibuk memperbaiki tatanan rambutnya, sambil sesekali dia bersiul. "Jangan kebanyakan gaya!" Dinda menekan kata gaya pada ucapannya. "Berhenti bersiul malam-malam. Lo mau manggil setan, hah?" Dinda melempar Rendy dengan majalahnya. "Ah, kan! Rambut gue!" Rendy mendesis. Ketika cowok itu berbalik, dia menyunggingkan senyumnya ke arah Dinda. "Gimana? Sepupu lo ini udah ganteng maksimal, kan?" Rendy menaik turun

