BAB 23 Jika dia berani menyakiti orang lain demi kebahagiaan bersamamu, jangan kaget jika suatu saat dia juga akan berani menyakitimu demi kebahagiaan dengan orang lain. ΔΔΔ "Malam, Bi," sapa Jingga pada Bi Sri yang sedang memasak untuk makan malam. Bi Sri tersenyum. "Malam juga, Neng. Gimana tangannya, masih sakit?" Jingga mengangguk, menunjukkan tangannya pada Bi Sri yang terlihat masih memar dan sedikit bengkak. "Sini duduk biar Bibi olesi obat lukanya. Nanti Den Rio marah kalau liat tangan Neng Jingga masih memar." Jingga menurut. Dia juga tidak akan membiarkan lukanya berlama-lama. "Kenapa jadi bisa begini, Neng? Apa Neng Jingga melakukan kesalahan yang nggak disukai Den Rio?" Jingga hanya mengangguk sebagai jawaban. "Aku masuk diam-diam ke kamarnya. Aku pengin cari ponselku bu

