Ayuni masuk ke dalam ruangan Arsya. Tanpa perlu mengetuk pintu, ia menyelonong masuk begitu saja. Ruangan Arsya tak berpenghuni. Sepi dan kosong. Tidak ada bunyi detak jarum jam karena Arsya tidak mau memasang jam dinding di ruangannya. Hanya terdengar sangat lirih suara mesin pendingin ruangan. Menurut ingatannya, seharusnya Sang Adik ada jadwal jaga pukul empat sore tepat. Dan saat ini pewaktu sudah meninggalkan jarum jam panjang melebihi angka 12. Ayuni menggulir layar handphone-nya. Beberapa hari terakhir, ia sangat jarang berkomunikasi dengan adiknya itu. Arsya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit. Adiknya itu terkadang memilih bermalam dan beristirahat di ruangannya ini daripada pulang ke rumah. Suara engsel pintu terbuka, mengurungkan jari Ayuni yang hendak menekan iko

