Rompang 22

1991 Kata

Perdebatan kecil sempat menerpa hubungan Anjani dan Arsya. Entah siapa yang salah, mereka berdua sama-sama tidak ada yang mau mengalah dan mengaku salah. Hingga sama-sama diam menjadi alternatif terbaik menurut mereka. “Dek, aku nggak minta sesuatu yang aneh-aneh. Aku hanya ingin kamu menemaniku belanja kemeja. Itu saja. Di mana letak kesalahannya?” tanya Arsya memandang tajam Anjani. Saat ini mereka sedang duduk di teras rumah Anjani. Mereka baru saja pulang sekolah. Berdalih apel, Arsya meminta ijin untuk datang ke rumah Anjani selepas mereka usai dengan kegiatan di sekolah. Sayangnya apel kali ini tampak diwarnai dengan sedikit cekcok. “Jelas ini salah, Mas. Dari awal aku kan sudah bilang ke kamu bahwa kita menjalani hubungan ini secara back street. Back street, Mas. Kamu paham kan ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN