45

1550 Kata

Warning!! Dangerous Place!! Jika ingin masuk siapkan mental dan fisik. Anjani memilih berjalan di belakang Arsya. Di teras berlantai marmer itu, wajah kekasih Arsya sedikit pucat. Telapak tangan dalam genggaman Arsya pun sedikit basah oleh keringat. Tangan itu pun tampak tak tenang. “Kenapa, Dek? Tangan kamu dingin dan basah,” ucap Arsya. Laki-laki itu menghentikan langkahnya kurang lebih tiga langkah di depan pintu kayu jati yang diukir apik. Ia memandang Anjani penuh. Badannya ia balikkan untuk melihat kekasihnya. “Hem.. takut,” cicit Anjani. Dari rumah mentalnya sudah ia bangun begitu kokoh. Berbagai kalimat sugesti ia tanamkan dalam pikirannya. Itu semua roboh saat mobil Arsya berhenti dan terparkir rapi di rumahnya. Arsya tersenyum lembut. Ia usap lengan Anjani beberapa kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN