Perih. Perih hati Anjani akibat sebuah sayatan yang baru saja menorehkan luka pada hatinya. Sesak. d**a Anjani terasa sesak. Perpaduan yang sangat menyakitkan bukan? Ia jadi teringat akan pesan para orang tua jaman dahulu, bahwa jangan terlalu bahagia atau senang atas sesuatu hal di siang hari apabila tidak ingin malamnya dibuat menangis. Dan hal ini sedang terjadi padanya. Pulang dengan menggunakan taksi yang tidak sengaja melintas di depan gerbang megah rumah Arsya. Kemudian ia menangis hebat di atas pembaringan yang telah menemaninya selama seperempat abad ini. Pembaringan yang tak pernah mengeluh meskipun sering kali ia membasahinya dengan air mata. Isak tangis memenuhi kamar sederhana Anjani. Ia mengabaikan berbagai pertanyaan Sukma ketika baru saja menginjakkan kaki di rumah.

