Tri Deka Penta

1978 Kata

Kata orang tua jaman dulu, jangan tertawa di siang hari terlalu berlebihan jika tidak ingin malamnya menangis. -Bilbul17- Jantung Anjani berdebar menggila sejak kemarin malam. Tidak. Sebelum malam kemarin pun jantungnya sudah bekerja tidak beraturan. Mengatur laju napas sudah ia lakukan. Hasilnya masih sama. Tidur pun ia tak tenang. Bayangan hari ini terus berputar seperti komedi putar di kepalanya. “Oke, Anjani. Ambil napas dalam. Keluarkan perlahan. Ambil napas lagi dan keluarkan pelan-pelan lagi,” ucap Anjani mensugesti dirinya. Pantulan dirinya di cermin tampak pucat. Padahal selapis lipstick sudah tersapu di bibirnya. Anjani memilih melapisi kembali bibirnya dengan lipstick. Tipis saja. Ia tidak ingin tampil terlalu menor. Selain karena bukan ciri khasnya, ia merasa bibirnya menj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN