Andi dengan cepat mendorong kursi roda, karena lorong menuju ke toilet tidak ada meja yang tersebar di sana, membuat Wira sedikit ketakutan hingga dia pun menepuk-nepuk tangan. "Pelan-pelan Andi! nanti aku jatuh." ujarnya sambil mendengus merasa kesal atas perlakuan bawahannya. "Jangan takut! biar kamu berani mengungkapkan kejujuran kepada Aluna." "Selalu itu aja Yang kamu bahas, aku sudah bilang ini bukan waktunya." Andi pun menghentikan mendorong kursi roda milik Wira, karena mereka sudah sampai ke toilet dengan segera Wira pun masuk ke dalam kemudian mengambil tisu untuk membersihkan tumpahan kopi yang berada di pahanya dan terkena ujung kemeja putih yang ia kenakan. "Kamu menunggu apa lagi, sehingga kamu terlihat ragu untuk menguapkan kejujuran?" tanya Andi yang terlihat masi

