"Iya aku paham, namun aku bingung harus mengejar Aluna ke mana?" tanya Wira dengan penuh rasa penasaran. "Dia pergi menggunakan bis bersama teman temannya." jawab Nurlela menjelaskan. "Apa jangan-jangan bis yang tadi yang bertemu ketika masuk ke desa Megamendung?" "Bis 3/4 bukan?" Jawab Nurlela balik bertanya untuk memastikan. "Benar, Apa itu bus yang ditumpangi oleh Aluna?" "Yah, sekarang kamu kejar dan perjuangkan cintamu namun aku menitip pesan jangan sampai membuat dia menitikkan air mata kesedihan, kalau air mata kebahagiaan aku akan sangat berterima kasih terhadapmu." "Terima kasih, kalau begitu saya pamit pergi." ujar Wira sambil mengambil tangan wanita yang sudah keriput lalu menciumnya. Nurlela hanya mengantarkan Wira menggunakan tatapan penuh kekaguman dan penghayat

