Siang itu di restoran mewah yang dihiasi dengan lampu-lampu gemerlap dan meja-meja elegan. Wira masih terlihat berdiri sendirian menatap ke arah teman temannya. meski restoran itu dipenuhi dengan suara tawa dan obrolan diantara para pengunjung Wira merasa terpencil di tengah gemerlap kemewahan. pandangannya berkeliaran di sekeliling menatap wajah-wajah yang sudah akrab dilihatnya, namun tidak sedikitpun memberikan respon yang positif. teman-teman Wira terlihat seperti menatap tajam seolah tidak suka dengan kedatangannya. Wira mencoba untuk melemparkan senyum namun tidak ada satupun rekan bisnis yang membalasnya, bahkan Andi yang sudah berada di tempat itu dia terlihat Acuh, seolah tidak perduli dengan kedatangan sang atasan. mereka hanya terdiam dengan Tatapan yang tajam. Wira berusaha

