Wira Masih terduduk sendirian di ruang kantor yang biasa ramai dan penuh aktivitas, namun kali ini keheningan menyelimutinya dengan cara yang tidak biasa. dia merasa sepi seperti sebuah pulau terpencil di tengah lautan kesibukan yang biasa mengelilinginya, pandangannya melayang ke Kedinding kaca yang samar memamerkan setiap karyawan yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, mengingatkan dia pada kepergian kedua asisten kepercayaannya yang seolah-olah menjauh tanpa alasan. yang jelas mereka biasanya adalah teman dan sekutu yang setia, tapi sekarang Wira merasa seperti ditinggalkan begitu saja. Dalam kebingungannya, Wira merenung tentang kemungkinan penyebab kepergian asisten kepercayaannya. Apakah dia melakukan sesuatu yang salah? ataukah ada sesuatu yang terjadi di belakang layar yang tidak

