"Ide yang bagus, kalau begitu jangan buang-buang waktu Ayo kita pulang!" ajak Wira sambil mengangkat tangannya memanggil waiter untuk meminta bil pembayaran. Setelah semuanya selesai, Dita dan wira keluar dari restoran menuju tempat parkir. di moment itu Dita yang sudah sangat mengagumi Wira, dia mencoba menggenggam lengan kekar pria itu, namun Wira seolah Acuh seperti tidak memperdulikannya. "Terima kasih sudah mengajakku makan malam di tempat ini, meski tidak semewah yang pertama kali kita bertemu." ungkap Dita telah mendudukan tubuhnya di samping Wira, matanya menatap ke arah depan yang menampakan restoran sedang ramai dipenuhi oleh pengunjung. "Ya kamu harus bisa membedakan mana waktu dinner, mana waktu makan malam untuk kebutuhan hidup. jadi tidak akan Semuanya sama karena sekay

