"Jadi kamu mengusirku?" tanya Dita dengan Tatapan yang dipenuhi kekesalan, karena Wira malam itu tak seperti malam ketika pertama kali berkencan dengannya. Wira terlihat gampang terpancing emosi dan tidak memperhatikan dirinya. "Lah, bukannya tadi kamu mau pulang. kalau tidak juga tidak apa-apa kamu bisa tidur di kamar manapun di penthouse ini yang kamu mau." jawab Wira dengan mengurutkan dahi. "Iya aku mau pulang, karena Ibu sudah meneleponku beberapa kali, menyuruhku untuk segera sampai ke rumah. tapi perlakuanmu tidak seharusnya seperti itu, Kamu harus menunjukkan kasih sayang yang aku butuhkan. jangan sampai kamu terlihat sayang ketika butuh saja dan terlihat cuek ketika sudah mendapatkan apa yang kamu mau." Wira bangkit dari tempat tidurnya, kemudian dia menghampiri Dita yang ma

