Hari ini sekolah pulang lebih awal dan Sagara sudah memiliki rencana untuk menghabiskan waktu sebelum sore tiba. Tak lupa ia mengikutsertakan adiknya dalam rencana ini. Meski Elio sendiri berteriak malas, tetapi bocah itu akhirnya mengikuti ke mana kaki kakaknya melangkah. “Kita mau pulang apa gimana, sih, Bang? Ini jalan arah ke rumah, loh.” Elio masih tidak tahu, kakaknya akan membawanya pergi ke mana. Tidak memberi jawaban, Sagara justru bangkit ketika bus berhenti di depan halte. “Ayo, turun,” ajaknya kemudian lebih dulu melompat keluar dari dalam bus. Elio yang tidak tahu apa-apa hanya menurut. Mereka turun dan berjalan kaki menyusuri trotoar. Beruntung, cuaca tidak begitu panas, jadi mereka tidak merasa kegerahan meski berjalan kaki. Melihat kakaknya celingukan seakan sedan

