Hari masih pagi kicauan burung saling bersahutan terdengar hingga ke dalam kamar Zeta yang masih tertidur pulas, ditambah mendung yang menghalangi sang fajar untuk muncul pun kian menambah suasana menjadi dingin. Membuat beberapa insan malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Zeta menarik Kembali selimutnya, hingga ia mulai terusik mendengar ibunya yang tampak marah-marah di lantai bawah. Zeta pun tidak bisa tidur Kembali, ia merasa terganggu. Ia segera mencuci muka dan turun untuk melihat apa penyebab mamahnya bersenandung pagi ini. Zeta turun hati-hati dan ia terpaku melihat dengan siapa Mila melampiaskan amarahnya. Seorang lelaki yang bersingkuh menunduk mendengar semua yang dikatakan Mila kepadanya. Bahkan Zeta melihat bagaimana mamahnya menampar Genta dan lelaki itu tidak melawa

