KEMBALI

1220 Kata

Seorang lelaki duduk termangu dengan memijat pelipisnya dengan tangan kirinya, tangan kanannya mengapit sebatang rokok yang ia letakan disela-sela jari jemarinya. Kepulan asap yang keluar dari lubang hidung dan juga mulutnya, seolah mewakili keresahan hatinya saat ini. Itu bukan putung pertama yang ia bakar sejak kedatangannya di tempat itu, sudah ada beberapa putung yang sudah pendek, disampingnya. Sahabatnya yang sejak tadi dibuat bingung dengan kedatangan kembali Genta ke apartemennya hanya diam, menyilangkan kedua tangannya dan memandang Genta yang tampak menyedihkan. Dicki tidak bertanya, ia hanya menunggu Genta membuka suara meski dalam pikirannya berkecamuk karena selain ada Genta yang datang ke apartemennya, lelaki itu juga membawa kopernya layaknya ingin perjalanan bisnis di lua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN