“Berhenti tanya seperti itu padaku! Kau seperti bukan Edzhar sahabatku!” pekik Gilda seraya menahan d**a bidang Edzhar agar tubuh mereka tidak bersentuhan. “Ucapanmu kotor sekali, Ed!” Edzhar tertawa kecil, dan itu terdengar seperti ejekan di telinga Gilda. “Bukankah aku memang sudah bukan lagi sahabatmu?” Membelai wajah Gilda dengan sangat lembut, jari-jarinya menari di pipi itu sebelum meraba bibir Gilda yang tampak merekah indah. “Aku suamimu, Gil.” “Sebelumnya kau sangat sopan, dan tidak pernah berkata kotor seperti akhir-akhir ini! Kau benar-benar berubah, Ed!” “Itu karena kau sendirilah yang membuatku begini.” Gilda yang tak paham mengangkat alis. “Kau yang sendiri yang memperkenalkan padaku betapa panasnya malam itu,” lirih Edzhar seraya menarik kaki kanan Gilda, membuat tubuh wa

