Yusuf mengusulkan Lidya untuk berendam dengan air hangat untuk merilekskan tubuhnya. Lidya menatap air yang bertambah tinggi dengan skeptik. Ia bukan jenis wanita yang suka mandi berendam, sudah lama tidak mandi berendam. Mandi berendam sangat menyenangkan. Dan rupanya, itu juga bagian dari rencana Yusuf menebus kesalahannya karena merusak acara dansa mereka. Tapi Lidya tidak sepakat dengan ide ini. Terdengar ketukan pintu, kemudian Yusuf melongok dan melihat Lidya berdiri di sana dalam balutan jubah mandinya. “Oh, begini, kau harus masuk ke dalam bak.” “Boleh kah aku membawa ponselku,” kata Lidya tertawa canggung. “Tidak. Tapi kau boleh minum ini.” Yusuf menyodorkan segelas anggur pada Lidya. “Berapa lama kau mau aku berendam di sana?” tanya Lidya. Yusuf mengangkat bahu. “ Entahla

