Alden dan Aira saling memandang. Tidak menduga bahwa pacar dari Daisy akan mendekati mereka duluan. Pria berambut pirang tinggi itu mengajak mereka ke sebuah gudang yang terletak di bawah gedung markas geng motor elang. “Di sini. Kurasa aman membahasnya di sini,” ujar pria itu. Alden dan Aira akhirnya duduk di kursi kayu di ruangan yang luasnya tidak seberapa tersebut. “Ada perlu apa dengan kami?” tanya Alden memasang sikap waspadanya. “Aku Jay. Aku sudah katakan bahwa aku adalah pacar Daisy. Untuk apa kalian mencari Daisy?!” Jay tiba-tiba meninggikan nada suaranya. “Daisy adalah teman kami. Apa kau tahu di mana dia?” tanya Alden lagi. “Tidak. Aku juga sangat mencarinya. Dia memang suka menghilang tiba-tiba seperti itu. Aku yakin dia akan kembali ke sini dan mencariku,” ujar Jay deng

